The Good Old Days

Jadi ceritanya dimulai waktu saya bosan. Saya membuka youtube. Dan saya menonton video clip The Adams - Hanya Kau. Di bagian komentar, saya menemukan serangkai kata bertuliskan, “just like the good old days.” Ya, lagu Hanya Kau-nya The Adams memang memiliki daya magis tersendiri. Seketika ia akan membawamu bernostalgia ke kenangan - kenangan indah di masa silam.

Saya pun begitu. Saya jadi ingat masa - masa saya yang telah berlalu. So if you say, “just tell me about the good old days.” I will say, “here is my good old days, masa SMA!”

Saya waktu SMA, masih malas menggunakan kacamata.

Kelas Sepuluh B.

Kelas Sebelas dan Dua Belas IPA Tiga.

Ekskul saya, Sepak Bola Empat Belas (SPLAS).

Saya dan pengurus OSIS angkatan 41.

Saya menjabat sebagai Ketua Bidang Sosial di OSIS (disebut juga KBPL), dan ini rekan kerja saya.

SMA saya identik dengan pembinaan agama yang kuat, ini kelompok mentoring Agama Islam saya.

Sesuai dengan warna seragam, putih dan abu - abu, rekan satu tongkrongan (warteg Bude) inilah yang menjadi warna abu - abu saya di masa SMA.

Dan ini sahabat sebangku saya selama 3 tahun berturut - turut di SMA, Moch. Fandi Nurrohman.

Comments

rosalinanita:

Kisah dari Selatan Jakarta - WSATCC

Ijinkan hamba menutur sebuah cerita
Yang terpenggal di selatan Jakarta
Bukan gegap gempita, serta baik buruk sarana
Tiada angan hampa penuh peluh ataupun nestapa
Ini kisah yang tak akan mungkin terlupa
Tanpa nuansa asmara dan cinta
Tak perlu ada rahasia, dusta bahkan tipu daya
Semua terasa hambar nampaknya
(jika gundah yang tuan rasa)
Jika gundah tuan rasa
Gulana harap sebuah makna
Ancam hamba ‘kan disiksa, tak mengapa
(pun hamba tak kuasa menutur paksa maksa cerita Hamba tak ingin ada kecewa)
Hapus air mata, titisan duka lara
Jua hamba tak memelas dipuja
Derita dan buruk sangka, suka cita penuh tawa
Entah apapun hendak dikata
(jika gundah yang tuan rasa)
Jika gundah tuan rasa
Gulana harap sebuah makna
Ancam hamba ‘kan disiksa tak mengapa
(jika ada yang bertanya, oh ini kisah tentang apa)
Maafkanlah hamba oh sungguhpun hamba tak kuasa
(baiknya duduk manis saja, simak hamba bercerita)
Dan tak perlu tuan tanya
Hamba tak akan pernah mampu untuk menjawabnya

Love this song! Swingin~

Comments

$#!T

Senin, 26 Maret 2012

Saya muak dengan apa yang tengah terjadi pada dunia sekitar saya akhir - akhir ini.

Terlalu banyak orang bersuara. Tapi, hanya sedikit dari mereka yang merealisasikan ucapannya dengan tindakan. Anehnya, mereka malah mendapatkan pujian hingga kemudian berlanjut menjadi seorang pujaan.

Terlalu banyak orang mencerca, baik paras, sifat, atau pendapat kepunyaan seorang sahabat. Namun seandainya saja mereka mau bercermin, sungguh pribadinya sendiri jauh lebih buruk dari cacian yang telah dilontarkan.

Terlalu banyak orang membuat lingkaran. Hanya ada satu pintu bagi orang luar untuk turut masuk ke dalamnya, yaitu subjektivitas. Semoga Tuhan tak enggan melimpahkan hidup yang lebih berwarna bagimu hey kawan.

Jika pencapaian justru beralih menjadi keangkuhan, maka kita seharusnya sadar secara tidak langsung sudah menutup pintu bagi kemajuan di masa depan. Sebab sikap angkuh identik dengan rasa puas. Dan pencapaian yang dilampaui oleh seorang rekan rasanya jauh lebih menyakitkan dari keangkuhan yang telah diterima sang rekan di masa silam. We are the masters of our unspoken words and a slave of our spoken words, aren’t we?

Comments
Hmmm

Hmmm

Comments

Nama

Selasa, 28 Februari 2012

Sebuah pepatah dalam bahasa Indonesia berkata, “apalah arti sebuah nama.” Uniknya, rangkaian kata tersebut tidak berlaku di dalam kehidupan nyata orang - orang pribumi sehari - hari. Ya, orang Indonesia justru sangat memperhatikan arti sebuah nama bagi sang buah hati yang baru terlahir ke bumi. Nama adalah do’a. Nama ibarat penentu kesuksesan seorang bayi kelak di kala ia beranjak dewasa.

Dalam agama Islam turut diajarkan, bahwasanya bayi yang wafat di dalam kandungan sekalipun adalah wajib hukumnya untuk tetap diberi nama. Sebuah fakta lain mengenai nama, ialah tidak sedikit orang tua yang rela mengganti nama anaknya hanya demi memperbaiki peruntungan ataupun membuang nasib sial (misal: rentan terserang penyakit, suka membangkang).

Saya termasuk pribadi yang suka mempelajari kepribadian orang - orang di sekitar. Saya kerap menemukan kemiripan sifat dan sikap dari mereka yang memiliki kesamaan nama. Dan saya mendapati kesulitan untuk bisa membuktikan hal tersebut lebih lanjut, sebab hingga hari ini saya belum juga bertemu dengan pemilik nama ‘Denyar’ yang lain. Hah!

Jerinx mengusung nama Superman Is Dead dengan filosofi ‘konsep manusia sempurna (atau manusia super) yang mustahil untuk menjadi nyata’ sebagai dasarnya. Jika nama sebuah band saja harus memiliki makna, maka sudah sepatutnya pemikiran itu turut diterapkan juga bagi manusia. Perkenalkan, saya adalah utusan yang baik dan berjalan seperti sinar yang bergerak cepat :D

Comments